contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Rabu, 26 Mei 2010

Suatu hari di sebuah kerajaan yang makmur sejahtera dan diperintah oleh seorang raja bernama Raja Adil. Sesuai dengan namanya raja tersebut memerintah dengan sangat adil dan bijaksana, rakyat pun sangat menyeganinya. Tak hanya memerintah rakyatnya di dalam keluarga istana pun raja sangat bijaksana. Ia mendidik anak-anak nya agar kelak menjadi seseorang yang bisa berguna bagi negaranya. Sang Ratu pun sangat mencintai Raja dan anak-anaknya terutama putra sulungnya yang kelak akan menggantikan posisi suaminya.

Sampai tibalah waktu Sang Pangeran beranjak dewasa dan mencari pendamping hidup maka dia meminta izin kepada orang tuanya untuk berkelana ke luar istana. Dengan berbekal ilmu dan semua hal baik yang dia dapat dari orangtuanya dia pun pergi ke suatu tempat, di sana dia bertemu dengan seorang Putri dari kerajaan lain dan akhirnya mereka pun berpacaran. Sang Pangeran merasa sangat bahagia bisa berpacaran dengan Sang Putri sampai mereka yakin bahwa mereka adalah jodoh dan akan hidup bersama selamanya. Keyakinan cinta mereka itu malah membawa mereka ke jalan yang salah, Pangeran yang berasal dari keluarga baik-baik ternyata tidak mampu mengendalikan hawa nafsunya begitu pun Sang Putri sehingga mereka melakukan hubungan di luar nikah. Tidak ada penyesalan di antara mereka berdua karena mereka yakin mereka akan terus berpacaran dan menikah suatu hari nanti. Tidak ada seorang pun yang mengetahui perbuatan mereka ini.

Beberapa tahun kemudian hubungan mereka mulai diterpa berbagai masalah. Kelakuan Putri yang manja, kesibukan Pangeran dalam menjalankan tugasnya sebagai putra mahkota, dsb. Sampai akhirnya Sang Putri memutuskan hubungan mereka dengan cara yang sangat menyakitkan hati Pangeran. Pangeran yang masih mencintai Sang Putri berusaha membujuk agar tetap bersama tetapi yang terjadi malah Sang Putri membuang Sang Pangeran seperti sampah.

Dengan dukungan dari keluarga dan teman-teman Sang Pangeran akhirnya bisa merelakan kepergian Sang Putri, mereka pun masih berteman baik sampai suatu hari Sang Pangeran ditugaskan Raja Adil pergi ke sebuah desa. Di sana Pangeran bertemu dengan seorang gadis desa, Sang Pangeran merasakan hal yang disebut love at the first sight. Mereka pun akhirnya berpacaran, hari-hari mereka terasa begitu indah. Kabar ini terdengar ke telinga Sang Putri, dia merasa sangat marah dan tidak terima jika Pangeran berbahagia dengan wanita lain. Sang Putri pergi ke desa dan menemui Pangeran, dia memintanya kembali ke dalam pelukannya namun Sang Pangeran menolak karena sudah tidak mencintai dan jenuh dengan kelakuannya. Mendengar penolakan itu Sang Putri marah dan tetap memaksanya dengan membawa-bawa peristiwa masa lalunya yaitu saat melakukan hubungan terlarang. Sang Pangeran yang menyadari bahwa yang telah dilakukannya bersama Sang Putri dahulu adalah sebuah kesalahan fatal dan bisa mencoreng nama baik kerajaan akhirnya bersedia kembali ke pelukan Sang Putri namun dia masih mencintai gadis desa. Pangeran akhirnya menceritakan semua yang terjadi pada gadis desa. Pengakuan Pangeran membuat gadis desa menangis sedih dan kecewa karena Pangeran adalah cinta pertamanya, dia sangat mencintai dan menyayangi Pangeran dengan tulus sehingga gadis desa masih mau memaafkan dan tetap menjalin hubungan dengan Pangeran tetapi Pangeran memilih memutuskan hubungannya dengan gadis desa karena tidak ingin membuat Sang Putri semakin marah dan mencelakai gadis desa. Dengan berat hati gadis desa akhirnya merelakan Sang Pangeran pergi ke pelukan Sang Putri.

Pesan Moral : 1. Hindari pergaulan bebas karena bisa sangat mengecewakan keluarga kita bahkan pasangan kita kelak

2. Kita harus berani bertanggung jawab atas perbuatan yang telah kita lakukan

0
Rabu, 05 Mei 2010

Posted by Picasa

0
Jumat, 30 April 2010

My talented classmate a.k.a Catur.
Salah satu talent yang dia miliki selain jago gambar dan lukis adalah JAGO MANJAT. Yes, he is. Like a spider man.

Satu-satunya makhluk yang bisa berjalan ngelilingi sekolah di atas genteng sekolah.
WEW... nggak takut jatuh mas?

Prestasi lainnya adalah manjat tiang bendera sekolah. Kayak pahlawan yang mau ngerobek bendera belanda di Hotel Yamato tahun 1945.

Beruntung hingga detik ini my talented classmate itu nggak pernah jatuh (di sekolah). Talentnya ini sangat bermanfaat di kala anak OSIS kehilangan kunci Ruang OSIS, tinggal panggil Catur suruh manjat genteng trus bukain jendela ruang OSIS dari dalem. Beres deh!
Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.

Waktu stay di Little India Singapura aku sempetin dan paksain nyoba makanan khas India yang ada di sana. Aku yang kurang suka aroma masakan India sebenernya males banget nyobain tapi waktu itu aku mikir,"Kapan lagi nyoba makanan kayak gini, kesempatan ga datang dua kali toh."

Akhirnya aku, Veny, Laras, Mr. Edy yang waktu itu pulang shopping dan sangat amat kelaparan (atas saran dan pengetahuan Veny) memutuskan buat pesen prata.
FYI : Prata sejenis roti kayak roti maryam tapi rasanya hambar dan bisa ditambahkan telor, daging, dll.

Aku dan Laras pesen prata + egg, Mr. Edy dan Veny pesen original prata dan minumya Tea O (O decided to sugar added) karna selama di Little India cuma minuman ini yang bisa bersahabat sama lidahku yang Jawa banget.
Harga nya murah tapi nggak meriah wkwkwkkk...

Dan tara... makanan datang dengan kuah kental khas India kayaknya enak tapi pas dicoba,"Iki makanan opo kok hambar! Telornya juga nggak seberapa kerasa. Mana gede banget pula rotinya, matilah segala rasa gimana ini."

Untungnya Veny pesen Kari khas India. Lumayanlah bisa minta biar nggak hambar-hambar banget tapi tetep aja nggak enak. Akhirnya saya menyerah, nggak kuat lebih baik lapar daripada muntah :-(

Prata + egg, Tea O, Karinya Veny (yang ada di cangkir), dan Grape Yoghurt. Lihat piring di seberang piringku, punya Mr. Edy habis. Salut...

0

About Me

Gresik, East Java, Indonesia

Shot For You

Links

Followers